Jumat, 22 Juni 2012

Paradoks KOTA


Jakarta kota beribu Pemimpi

Ribuan bahkan jutaan orang berbondong-bondong singgah.. ohh tidak, bukan singgah melainkan menetap dan bermimpi disini

Disini dimana individualis, keegoisan, kesenjangan dan kemerosotan moral tumbuh dengan suburnya

Sesak dengan ambisi

Pengap dengan kilauan asa

Ahh.. bau busuk dimana-mana

Kriminalitas dan, tikus-tikus berdasi lalu lalang dengan santainya
Kau mau apa disini??

Tunjuk saja..
Apa yang kau inginkan pasti tersedia

Hukum hanya kedok dan formalitas belaka

Seragam para ke *parat hanya berupa pangkat dan gaji semata

Sumpah tak lagi berlaku disini

Hmm.. hotel prodeo kini menjadi trend dikalangan konglomerat
Ajaib sungguh, segalanya serba istimewa disana

Mewah dan berkelas

Kami yang kecil hanya ibarat sandal jepit yang di injak-injak oleh keadilan

Prostitusi di depan mata
Ditiduri mereka para penguasa dan penegak hukum 
Kerimbunan pohon kini berganti beton-beton menjulang
Kami seperti berada di dasar jurang para investor asing
Melahap segala kekayaan negeri ini

Akal dan hati tak lagi sejalan
Kerasukan iblis surgawi dunia

Hantu-hantu menjadi selebrita di megapolitan
Menjadi kiblat bibit-bibit pembangunan
Memporak-porandakan etika dan khasanah budaya

Timur telah menjadi barat
Hitam kini menjadi pirang dan penuh aneka warna norak

Kami tergeser oleh kaum urban
Miskin dan terpinggir

Rumah kami di bawah jembatan diatas kali yang dulu pernah jaya
Namun kini kumuh oleh busa industry

Lakon dan sandiwara politik heboh diperankan tiap tahun

Inikah ibuku?
Ibu dari kotaku………………………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar