Sabtu, 14 Januari 2012

MEREKA TERANCAM PUNAH

Ria Saryanthi, Conservation Programme Manager Burung Indonesia, mengatakan bahwa kerusakan hutan telah mengganggu ekosistem alam yang tertata dan mengancam kehidupan manusia.

Bayangkan, 40 juta penduduk Indonesia bergantung secara langsung pada sumber daya hutan (kayu, rotan, kayu bakar) ditambah lagi jutaan penduduk lain yang mendapatkan manfaat secara tidak langsung.

Sumatra dan Kalimantan adalah wilayah yang hutannya mendapatkan tekanan paling berat. Bahkan sejak tahun 1990, tutupan hutan dataran rendah Sumatra dan Kalimantan berkurang hingga 41%.

Itu masalah serius. Jika lahan hutan semakin terkikis habis, begitu juga dengan makhluk hidup yang ada di dalamnya, termasuk spesies burung. Sekitar 50% jenis burung di dunia terancam punah, termasuk di Indonesia.

Jenis-jenis burung yang terancam punah antara lain merpati hutan (Columba sp.), uncal (Macropygia sp.), delimukan (Chalcopaps sp.dan Gallicolumba sp.) pergam (Ducula sp.), dan walik (Ptilinopus sp.), keluarga merpati yang memiliki ketergantungan sangat tinggi dengan habitat hutan. Setidaknya ada 122 jenis burung terancam punah di Indonesia.
 

SERAGAM CINTA BUMI

Menyambut Hari Bumi 22 April 2011 lalu, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) memberi kontribusi nyata untuk menyelamatkan bumi dengan membuat seragam karyawan dari bahan daur ulang plastik dan kapas organik.

Sejak 1 April 2011, 10 ribu karyawan CCAI memakai eco-uniform. Bahan daur ulang yang digunakan adalah polyethylene terephthalate, bahan plastik untuk membuat kemasan CCAI. CCAI juga menggandeng Quicksilver untuk menjadikan seragam yang dibuat berkualitas, nyaman dipakai dan aman untuk kulit.

"Melalui eco-uniform, kami ingin memberi sinyal ke organisasi lain bahwa ada cara alternatif untuk ramah lingkungan," kata Bruce Waterfield, Business Service Director CCAI dalam konferensi pers.

Senin, 09 Januari 2012

SEPAK TERJANG SUATU KOMUNITAS FOTOGRAFI DALAM PERKEMBANGAN DUNIA FOTOGRAFI DI INDONESIA


Fotografi adalah hobby yang memang sedang marak digandrungi masyarakat Indonesia terutama di Jakarta. Di era yang semakin modern dan berkembang ini berbagai kalangan baik atas, menengah maupun bawah sudah bisa dipastikan sangat familiar dengan kata fotografi istilahnya dunia narsis atau foto-foto lah nah dari situ pulalah kami tertarik untuk mengenal lebih dekat mengenai dunia fotografi, dan subjek kami tertuju pada komunitas yang bergelut di dunia tersebut yang tak lain adalah “Fotografi”.

Friday Night Community (FNC) begitulah komunitas ini biasa disebut. Sama sekali ga ada kata fotografinya ya?? Tapi memang inilah nama komunitas mereka. Komunitas yang berdiri pada 17 juni 2009 ini merupakan wadah silaturahmi antar penghobby dunia fotografi terutama yang ingin melepaskan penat dari keramaian dan kemacetan ibukota, karena memang komunitas ini “bergerak” pada malam hari atau lebih tepatnya jumat malam (malam sabtu).

Orang-orang yang menggagas berdirinya komunitas ini adalah Robert Nesth, Delyusrin, Krishna Andika, Syarif Rifly, Deni Yulian, Widi Paymeans, Jousha Yusuf dan Gatot Nugroho. Komunitas yang memiliki sekitar 822 member di jejaring social facebook ini memiliki beragam aktivitas yaitu Gathering, hunting, workshop, charity, dan masih banyak lagi. “Friday Night Community merangkul siapa saja yang ingin bergabung dan belajar mengenai dunia fotografi tanpa memungut biaya alias “gratis”, palingan kalau ada kegiatan kita patungan antar member biar terlaksana acara yang mau kita bikin”. Ungkap salah satu anggota dari FNC tersebut. “Tapi beberapa acara belakangan ini disponsori oleh Sigma Fotografi Indonesia”, sambungnya lagi.

Komunitas yang memiliki slogan “Moto ga moto asalkan kumpul” ini tidak memiliki basecamp yang tetap tapi mereka biasa berkumpul di gedung sarinah tepatnya di food court hoka-hoka bento. Disitu mereka berkumpul dan sharing mengenai hasil foto atau tempat yang asyik untuk dijadikan objek jepretan. Mereka juga bekerja sama dengan beberapa agency model di Jakarta maupun di daerah jika mengadakan pemotretan model. UI, Sawarna, Kota tua, Bunderan HI, maupun studio pribadi merupakan lokasi-lokasi yang biasa mereka sambangi untuk pemotretan, baik indoor maupun outdoor. Mereka juga berinteraksi di dunia maya baik facebook, skype, twitter dan beberapa website forum fotografi.

Ketika ditanya apa saja prestasi yang pernah diraih oleh komunitas ini?? Om Gatot sesepuh dari komunitas ini menjawab, “kami memang belum memiliki prestasi yang waah, namun beberapa kali kami pernah diliput untuk sebuah majalah dan stasiun radio, wawancara di RRI dan beberapa media cetak maupun elektronik lainnya.” Namun kalau dari personal member sudah banyak yang meraih penghargaan dari ajang kompetisi fotografi yang dia ikuti, “tuturnya lagi”.

Friday Night Community banyak melalui suka dan duka selama komunitas ini berdiri, “cerita Om Gatot lagi”. Kalau sukanya, kami sering melibatkan public figure ketika pemotretan, sering pula mendapat kesan-kesan menyenangkan dari berbagai pihak baik kalangan media, pemerintahan dan restoran. Dan kalau dukanya, kami juga sering diusir satpam kalau ga izin dulu hunting di taman, pernah juga diomelin polisi pas hunting Jakarta sepi karena kami huntingnya di tengah-tengah jalanan dan mengganggu arus lalu lintas, “imbuhnya sambil terkekeh”.

Keinginan terbesar komunitas ini kedepanya adalah mereka ingin go internasional baik dari personal member maupun antar komunitas, dan jika ada yang tertarik bergabung bisa mampir di group Friday night Community melalui facebook atau juga bisa menghubungi Krishna di 085695315353.

Qwerty hilang di Busway


JAKARTA – Sore itu, Rabu 4 Januari 2011, seorang penumpang Bus Trans Jakarta terlihat bingung dan panik, disinyalir penumpang tersebut kehilangan benda berharga dari tasnya, benar saja tak beberapa lama kemudian penumpang tersebut yang diketahui bernama Diva (16) bersama teman lelakinya melaporkan kehilangan telepon genggamnya yang bermerek Nokia Qwerty.

“Kejadiannya sangat cepat, waktu itu saya ikut ngantri bareng penumpang lainya di halte harmoni, pas masuk dan mau duduk saya liat tas dan udah kebuka pas saya periksa cuma tinggal hp teman saya yang esia” ungkapnya. Setelah menyadari telepon genggamnya hilang segera saja diva melaporkanya pada petugas Bus Trans Jakarta yang saat itu sedang melaju menuju halte Roxy.

Beruntung petugas bus trans Jakarta TB -030 koridor 3 Harmony-Kalideres tersebut dengan sigap mengumumkan kehilangan tersebut dan akan segera melakukan pemeriksaan pada setiap shelter busway, namun sayang hingga bus trans mencapai shelter akhir tujuan kalideres telepon seluler diva tak ditemukan sama sekali, kemudian petugas meminta kejelasan kronologis peristiwa kehilangan tersebut kepada diva serta meminta maaf dan mengantarkan kembali diva beserta temannya untuk kembali menaiki busway menuju rumahnya di Jl. Haji Selok. Sayang saat tim kami berusaha meminta keterangan dari korban kehilangan di busway dihalang-halangi oleh petugas yang lain.


Tim Liputan: - Zulfah Kudo
- Juliana Priscilla Dewi
- Wenny Saras Wati Ningsih


KAMI BUKAN KRIMINAL !!


Jumat, 23 Desember 2011 kemarin, puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Punk menggelar aksi protes di depan patung Tugu Tani, Jakarta Pusat. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk rasa solidaritas terhadap Komunitas Punk di Aceh.

Mereka memulai aksi protes mereka dengan melakukan Long March berawal dari Taman Ismail Marzuki hingga Tugu Tani, aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk rasa prihatin dan simpati komunitas punk se-Jabodetabek atas diskriminasi pemerintah daerah Aceh terhadap komunitas punk di aceh. Menurut mereka pemerintah daerah aceh sudah terlalu berlebihan melarang kebebasan berekspresi komunitas punk disana.

Selain melakukan aksi protes dan long march mereka juga membawa berbagai poster yang berisi ungkapan simpati mereka terhadap kondisi komunitas punk di aceh pernyataan dari isi poster yang mereka bawa diantaranya adalah Punk Not Enemy, Give Love Not Jail, Punk = Manusia dan Manusia punya Hak untuk Berekspresi.

Tampak pula beberapa anggota kepolisian bersiaga disana demi keamanan dan kelancaran serta mengantisipasi terjadinya konflik disana. Banyak pengguna jalan terlihat tersenyum dan menggeleng- gelengkan kepala melihat atribut komunitas punk yang terlihat nyentrik dan terkesan menyeramkan, namun ada pula yang ikut mengabadikan moment aksi protes tersebut.

Aksi tersebut berlangsung tertib dan lancar meskipun sedikit menimbulkan kemacetan. Dan aksi tersebut diakhiri dengan kembali melakukan long march dari tugu tani menuju taman ismail marzuki kembali.

Hanya "AKU"





Tak ada yang tau kesedihanku
Tak ada yang tau kegundahanku

Aku yakin itu
Tak akan ada yang tau

Aku menyimpanya dengan sangat baik
Aku menyembunyikanya dengan sangat hati-hati

Aku yakin itu
Tak akan ada orang yang tau

Aku terpuruk dalam kesendirian
Aku terjatuh dalam kehampaan
Aku tak bisa lagi menangis
Aku hanya bisa meratapi rongga-rongga kosong dalam hatiku

Aku yakin itu
Orang-orang tak akan tau semua itu !

Senin, 14 November 2011

Berkumpul, Bermain, Bercerita, Berkreasi dan Belajar di Ciliwung


Gak melulu Sungai Ciliwung itu kita nilai dari sampahnya atau bahkan bau dan coklat pekat warna airnya,
Tahukah kalian dahulu Ciliwung merupakan sungai yg indah dan jernih karena kecerobohan dan sikap gak peduli kitalah yg membuat ia tak secantik dulu lagi :(

Naah dalam rangka menyambut Hari Pohon tanggal 21 November nanti, Komunitas Ciliwung Condet, Transformasi Hijau (TRASHI), Teens Go Green (TGG), Green Camp Halimun, Koalisi Pemuda Hijau (KOPHI) dan masih banyak komunitas lainya yg bergabung serta mendukung terlaksananya kegiatan ini, kami semua akan kembali mengangkat ciliwung sebagai tempat alternatif lain dalam berwisata dengan tema "NimbrungdiCiliwung" acara ini akan berlangsung seharian penuh pada tanggal 20 November 2011.

Jangan salah lho, kegiatan ini bakalan jadi seru banget karena banyak komunitas yang akan unjuk gigi dengan ide- ide segarnya untuk memeriahkan acara pada hari itu, beberapa bocoranya sih emmm..
Kasih tau gak ya??? Hehe.. bakalan ada pertunjukan sulap, Nah lho.. !! Kok bisa ya??
Makanya jangan ragu lagi dukung kami dengan mengganti Foto Profile FB, Twitter, Myspace, Blog ataupun jejaring sosial kalian ini dengan foto yang aku lampirkan di tulisanku ini.

Kalian juga bisa dukung kami dengan datang saat kegiatan ini berlangsung, yaitu pada :
Jadwal Kegiatan
Nimbrung di Ciliwung akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal            : Minggu, 20 November 2011
Waktu                       : Pukul 07.00 – 17.00 WIB
Lokasi                        : Jl. Munggang Condet, Balekambang, Jakarta Timur.

So, Jangan sampai kelewatan ya, pokoknya habis baca tulisanku ini buru-buru deh cari kalender, atau pasang reminder di handphone kalian masing- masing dan tandai tanggal 20 november nanti sebagai hari penting yang wajib, kudu, musti, harus diinget dan jangan sampai gak dateng karena nanti acaranya bakalan seru dan edukatif dengan hiburan yang tentunya gak bakal habis- habis, dan Insya Allah gak memproduksi sampah karena disana bakalan ada Bank Sampah dan Polisi Sampah yang akan mengontrol aktivitas kalian selama disana, Jadi jangan ada yang Buang Sampah Sembarangan Yaaa !!!

Oh iya, aku kasih bocoran lagi deh..
Insya Allah klo ga ada halangan Komunitas Historia Indonesia Full (KHI) juga bakalan mengisi acara loh, yang diwakilkan oleh Kang Asep Kambali, beliau akan memutarkan film mengenai Sungai Ciliwung..
Waah kebayang duunk kita bakalan nonton layar tancep neh, jadi gak sabar pengen cepet- cepet hari minggu :p

Inget ya teman- teman Jangan Buang Sampah Sembarangan!!
Bawa tempat makan & minum sendiri agar kegiatan berwisata kita nanti ga terganggu oleh tumpukan sampah, klo masih banyak sampah bertebaran percuma juga doong kegiatan ini dibuat. Jadi mulai sekarang coba deh merubah gaya hidup teman- teman agar lebih ramah lingkungan, bisa dimulai dari hal- hal kecil kok. Karena perubahan yang kecil namun positif bisa berdampak pada masa depan lingkungan kita.

Mari bersama berdoa dan teriakkan dalam hati "SAVE OUR CILIWUNG" (lebhay dikit gpp khan)
Semoga suatu saat nanti Ciliwung bisa seindah wisata air dengan gondolanya seperti di Venesia ^_^